Sayur Asem dan Rempah-rempah Nusantara

Penulis: Silviana Cahyaningrum*

Hari kamis kelas X ips 4 dan X ips 5 sedang melakukan kunjungan lapangan di Pasar Tradisional Pamotan untuk meneliti rempah-rempah. Kita disana saling berkelompok bertanya-tanya di ibu-ibu penjual rempah-rempah. saya bersama kelompok saya bertanya dan mencatat semua jawaban yang kita tanyakan. Awalnya kita bingung mencari tempat yang menjual rempah-rempah, kita berkeliling pasar mencari penjual rempah-rempah.

Kita terus berjalan dan akhirnya bertemu dengan penjualan rempah-rempah pertama yang bernama Bu Inayah kemudian kita bertanya-tanya tentang bumbon. Setelah selesai dengan Bu Inayah kita mencari lagi penjual rempah-rempah, berjalan mengelilingi pasar kita berjalan ditempat itu-itu saja karena pasar itu membingungkan, sampai ada teman saya yang mau pingsan karena kelelahan akhirnya dia pulang kerumah bersama teman saya yang satunya.

Saya bersama teman  yang lainnya kembali mencari penjual rempah-rempah hingga 3 penjual yang kita dapatkan informasi tentang rempah-rempah yang dijualnya. Kemudian saya mengajak kelompok saya untuk beristirahat dan memakan jajanan yang kita beli tadi.

Pukul 09.00 tepat kita semua berkumpul di kantor pasar, memang tidak semua siswa berkumpul.
Kita di kantor pasar diberi wawasan tentang rempah-rempah, setelah selesai kita foto bersama dengan pengurus pasar, dan selesai foto kita semua berjalan kembali ke SMA. Berikut hasil kunjungan saya di pasar tradisional pamotan rembang jawa tengah.

Nama penjual Bu Hudah, beliau lahir pada tanggal 8 Agustus 1986,umur Bu Hudah sekarang 35 tahun, ia tinggal di Pamotan, Bu Hudah hanya bekerja sebagai penjual rempah-rempah ia tidak punya pekerjaan sampingan, Bu Hudah hanya lulus SMA, Bu Hudah mengenal bumbon sejak tahun 2000,Bu Hudah mengenal bumbon dari orang tuanya, ia berjualan bumbon sejak tahun 2000 yang ditemani oleh suaminya, modal pertama Bu Hudah berkisar antara Rp.2000,000. Bu Hudah mendapatkan bumbon itu dari setoran warga sekitar rumah Bu Hudah.


Sayur asem adalah makanan khas Rembang. Bahan untuk membuat sayur asem antara lain : kacang panjang, jagung manis, cabai, bawang merah, air, kemiri, kunyit, lengkuas, asam jawa, garam, terasi, tomat, gula merah. Cara memasaknya dengan memanaskan air sampai mendidih lalu masukkan semua bumbu halus, kemudian masukkan bahan-bahannya (jagung, kacang panjang ) tunggu hingga meresap, kemudian tambahkan terasi dan lengkuas, aduklah sampai merata dan mendidih, jika sudah matang, angkat dan sajikan.


Kluwek, kluwek adalah bumbon khas sayur rawon, mempunyai bau yang khas, berbentuk seperti batu, cara mengolahnya biasanya dengan membuka cangkang kluwek, kulitnya yang keras sehingga seperti cangkang.


Kunyit, kunyit dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan seperti obat sakit diabetes mellitus, obat usus buntu, kunyit juga dapat digunakan sebagai bahan masakan .Kunyit mempunyai ciri-ciri dengan warna orange, baunya harum. Pembeli biasanya membeli kunyit dengan harga Rp. 3000 rupiah.


Lengkuas -> lengkuas dapat digunakan sebagai obat-obatan seperti obat sakit kepala, obat rematik, menguatkan lambung.

Ciri-ciri lengkuas : 1. Warnanya putih, 2. Baunya harum, 3. Tinggi kurang lebih sampai 2meter.  Pembeli biasanya membeli laos dengan harga Rp. 2000


Jahe -> jahe adalah bumbon yang memiliki banyak manfaat,diantaranya : dapat di jadikan obat seperti : obat sakit pinggang, obat batuk, masuk angin , jahe juga bisa di gunakan sebagai bahan masakan, minuman.          

Ciri-ciri jahe : 1.mempunyai aroma yang khas, 2. Daunnya menyirip, 3. akarnya berbentuk rimpang.

* Silviana Cahyaningrum adalah siswa SMA Negeri 1 Pamotan. Saat ini sedang duduk dibangku kelas X jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. 
Blogger
Disqus

Tidak ada komentar