Mewawancarai Pedagang Rempah-rempah

Mewawancarai Pedagang Rempah-rempah

Penulis: Azifaatul Hidayah*

Pada hari kamis tanggal 19 oktober 2017 kelas x ips 4 & ips 5 mengunjungi pasar  untuk melakukan pengamatan langsung dilapangan kami berangkat ke pasar jalan kaki sama-sama. Setelah kami sampai dipasar. kami langsung berpencar untuk mencari pedagang rempah-rempah yang akan kami wawancarai seputar rempah-rempah kepada mereka.

Kami mewawancarai pedagang rempah-rempah yng bernama ibu Siti Inayah, kami bertanya satu persatu pertanyaan sesuai indikatpr yang telah diberikan,kami bertanya sambil membantu berjualan . Teknik wawancara kami adalah membeli rempah-rempah sambil bertanya,setelah selesai bertanya kami juga memotret sebagian dari rempah rempah yang dijual.

Kami tidak sekedar bertanya kepada penjual rempah-rempah tetapi juga penjual yang berhubungan dengan rempah -Irempah seperti penjual jamu gendong dan penjual makanan.

Namun sayangnya saya tidak dapat mengikuti keseluruhan kegiatan mewawancarai penjual makanan karena saya harus mengatar teman saya yang sakit,jadi saya kembali ke sekolah dan  pulang.

* Azifaatul Hidayah  adalah siswa SMA Negeri 1 Pamotan. Saat ini sedang duduk dibangku kelas X jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. 
Transkrip Penelitian Rempah-repmah

Transkrip Penelitian Rempah-repmah

Penulis: Devania Puspita Rani*

1.Identitas Informan

1.Siapa nama penjual?
   Bu.Inayah

2.Dimana tempat lahir dan berapa tanggal bulan lahirnya?
Bu Inayah lahir di Sendang agung pada tanggal 9/5/1983

3.Berapa Usianya Sekarang?
34 tahun

4.Dimana ia tinggal?
Ia tinggal di sendang agung bersama anak dan suami

5.Pekerjaan sambilan apa saja yang ia miliki?
Toko sembaku dan serba guna

6.Pernah sekolah dimana saja dan kapan lulusnya?
Ia hanya sekolah sampai SD dan lupa kapan tanggal lulusnya


2.Asal Usul Menjadi Penjual Bumbon

1.Sejak kapan mengenal bumbon?
Sekitar 10 tahun yang lalu

2.Dalam memgenal bumbon,di kenal kan oleh siapa?Apakah orang tuanya atau oleh temannya atau oleh yang lain?
Di kenal kan oleh suami nya

3.Sejak kapan jualan bumbon?
Sejak lama sekitar 5 tahunan

4.Mengapa tertarik menjadi penjual bumbon ,kok tidak yang lainnya?
Karena kalau bumbon lebih mudah terjual !langsung terjual karena bahan pokok yang sering di buru banyak orang

5.Dengan siapa berjualan bumbon di pasar ini?
Sendirian tetapi saat hari akad di temani anaknya

5.Berapa modal pertama kali menjual bumbon?
Modal awal sekitar 2 Juta

3. Kulakan bumbon

1.Dari mana bumbu itu didapat?
Dari orang desa yang menanam banyak rempah rempah

2.Apakah kulakan dari tengkulak atau hasil bumi sendiri?
Dari hasil tengkulak

3.Jenis bumbon apa saja yang selalu gampang dikulak?
Cabi merah yang segar

4.jenis bumbon apa saja yang sulit di kulak?
Gac ada yang sulit di kulak

5.jenis bumbon apa saja yang kulakannya paling murah?
Kunyit dengan harga 1500 ¼

6.Jenis bumbon apa saja yang kulakan nya paling mahal?
Merica dan Ketumbar ,1 ins = 16000

4.Tentang bumbon

1.bumbon apa saja yang di jual?
Segala jenis bumbon

2.Berapa harga bumbu yang ada?
Cabe ¼ seharga 3000-3500,tomat seharga 2500-3000

3.Bagaimana bentuk dan cirinya?
Berwarna merah cerah masih segar san tidak layu

4.Bagaimana cara mengetahui kualitasnya?
Dari rasanya kita dapat mengetahui kulalitasnya

5.Bagaimana cara mengetahui bumbon yang baik?
Dari warna ,harga dan bentuk

6.Bagaimana cara mengetahui bumbon yang jelek ?
Penampilanya layu dan kering,warna yang pucat kusam,harga yang murah

5.Pembeli Bumbon

1.Jenis Bumbon apa sja yang di beli?
Jenis bumbu poko,cabe,bawang merah dan putih

2.Jenis bumbu apa saja yang tdk laris?
Lengkuas,Asem ,dan blimbing

3.siapa saja yang membeli?
Bu sumar,endang,endah,kotin,niik  dan masih  banyak lagi

4.Berapa Harga bumbon yang di jual?
Mulai dari 1500-16000

5.Untuk pembeli bakul rumahan,belu bumbon apa saja?dan berapa jumlah yang di beli?
Cabai,jahe,kunyit,lemon,bawang merah dan juga putih

6.Untuk pembeli rumah tangga ,bunbu apa saja yang di beli dan berapa jumlah yang di beli?
Jumlh yng di beli bjasanya di sesuaikan kebutuhan,yang banyak di beli bhan pokok sahaja

6.fungsi bumbon

1.biasa nya di gunakan untuk apa saja bumbu itu?
Untuk masak dan obat

2.Jenis bumbon apa saja yang digunakan untuk masakan? cabai rawit,jeruk nipis,jahe lengkuas,Baqang merah dan juga putih dll

3.Jenia bumbon apa yang digunakan untuk obat ?
Jahe dn jeruk nipis

4.Apa saja jenis bumbon ymg digunakan untuk sesaji ?
Tomat dan cabe

7.Pertanyaan tambahan pendalaman

1.jenis bumbu apa aaja yang menjadi siri khs masakn? Misalnya soto?
Jeruk nipis dan kucai

2.bumbu yang menjadi khaa obat"?Jahe dan temulawak,juga cengkeh

5.jenis bumbon untuk kbat hewan?
Cengkeh

6.untuk obah hama tanaman?
Cengkeh

7.jenis bumbon untuk sesaji/ sedekah ?kunyit,lengkuasbaqang merah dan juga putih, dll

8.jenis bumbon yg memiliki ciri khas sesaji inu itu adalah? Cabe
8.Pertanyaan tambahan pendalamam mendalam

1.masakan yang khas?
Seblak

2.bumbu yg diprlukan?
Bawang merah dan juga putih, kucai

3.Cra masak ?
Semua bahan dihaluskan lalu ditumis tambahkan bahan lajn sepertu telur

4.apakah masakan untuk orng tert3ntu? Tidak tetaph untuk orng banyak

5.biasnya dimakan sat lapar

6.Tidak memiliki pesan kusus

7. Menggunakan rembah herbal bawang merah dan juga putih

8.Biasanya Jus Tomat

9.segala jenis rempah

10.Diracik sesuai resep dan takaran

11.Diracik untuk seluruh pembeli

12.Di jual untuk mememuhi kebutuhan hidup

13.Tidak ada pesan kusus

14.Sajen sedekah bumi

15.Cabi dan lain"

16.ditata rapi dan di bentuk bungga

17. Sesaji sedekah bumi

18.ada

19.ada

20 .ada

21.Mungkin ada

nama: Devania Puspita Rani
Kelas: x ips 5
Absen :8

* Devania Puspita Rani adalah siswa SMA Negeri 1 Pamotan. Saat duduk dibangku kelas X Jurusan IPS. 
Sayur Asem dan Rempah-rempah Nusantara

Sayur Asem dan Rempah-rempah Nusantara

Penulis: Silviana Cahyaningrum*

Hari kamis kelas X ips 4 dan X ips 5 sedang melakukan kunjungan lapangan di Pasar Tradisional Pamotan untuk meneliti rempah-rempah. Kita disana saling berkelompok bertanya-tanya di ibu-ibu penjual rempah-rempah. saya bersama kelompok saya bertanya dan mencatat semua jawaban yang kita tanyakan. Awalnya kita bingung mencari tempat yang menjual rempah-rempah, kita berkeliling pasar mencari penjual rempah-rempah.

Kita terus berjalan dan akhirnya bertemu dengan penjualan rempah-rempah pertama yang bernama Bu Inayah kemudian kita bertanya-tanya tentang bumbon. Setelah selesai dengan Bu Inayah kita mencari lagi penjual rempah-rempah, berjalan mengelilingi pasar kita berjalan ditempat itu-itu saja karena pasar itu membingungkan, sampai ada teman saya yang mau pingsan karena kelelahan akhirnya dia pulang kerumah bersama teman saya yang satunya.

Saya bersama teman  yang lainnya kembali mencari penjual rempah-rempah hingga 3 penjual yang kita dapatkan informasi tentang rempah-rempah yang dijualnya. Kemudian saya mengajak kelompok saya untuk beristirahat dan memakan jajanan yang kita beli tadi.

Pukul 09.00 tepat kita semua berkumpul di kantor pasar, memang tidak semua siswa berkumpul.
Kita di kantor pasar diberi wawasan tentang rempah-rempah, setelah selesai kita foto bersama dengan pengurus pasar, dan selesai foto kita semua berjalan kembali ke SMA. Berikut hasil kunjungan saya di pasar tradisional pamotan rembang jawa tengah.

Nama penjual Bu Hudah, beliau lahir pada tanggal 8 Agustus 1986,umur Bu Hudah sekarang 35 tahun, ia tinggal di Pamotan, Bu Hudah hanya bekerja sebagai penjual rempah-rempah ia tidak punya pekerjaan sampingan, Bu Hudah hanya lulus SMA, Bu Hudah mengenal bumbon sejak tahun 2000,Bu Hudah mengenal bumbon dari orang tuanya, ia berjualan bumbon sejak tahun 2000 yang ditemani oleh suaminya, modal pertama Bu Hudah berkisar antara Rp.2000,000. Bu Hudah mendapatkan bumbon itu dari setoran warga sekitar rumah Bu Hudah.


Sayur asem adalah makanan khas Rembang. Bahan untuk membuat sayur asem antara lain : kacang panjang, jagung manis, cabai, bawang merah, air, kemiri, kunyit, lengkuas, asam jawa, garam, terasi, tomat, gula merah. Cara memasaknya dengan memanaskan air sampai mendidih lalu masukkan semua bumbu halus, kemudian masukkan bahan-bahannya (jagung, kacang panjang ) tunggu hingga meresap, kemudian tambahkan terasi dan lengkuas, aduklah sampai merata dan mendidih, jika sudah matang, angkat dan sajikan.


Kluwek, kluwek adalah bumbon khas sayur rawon, mempunyai bau yang khas, berbentuk seperti batu, cara mengolahnya biasanya dengan membuka cangkang kluwek, kulitnya yang keras sehingga seperti cangkang.


Kunyit, kunyit dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan seperti obat sakit diabetes mellitus, obat usus buntu, kunyit juga dapat digunakan sebagai bahan masakan .Kunyit mempunyai ciri-ciri dengan warna orange, baunya harum. Pembeli biasanya membeli kunyit dengan harga Rp. 3000 rupiah.


Lengkuas -> lengkuas dapat digunakan sebagai obat-obatan seperti obat sakit kepala, obat rematik, menguatkan lambung.

Ciri-ciri lengkuas : 1. Warnanya putih, 2. Baunya harum, 3. Tinggi kurang lebih sampai 2meter.  Pembeli biasanya membeli laos dengan harga Rp. 2000


Jahe -> jahe adalah bumbon yang memiliki banyak manfaat,diantaranya : dapat di jadikan obat seperti : obat sakit pinggang, obat batuk, masuk angin , jahe juga bisa di gunakan sebagai bahan masakan, minuman.          

Ciri-ciri jahe : 1.mempunyai aroma yang khas, 2. Daunnya menyirip, 3. akarnya berbentuk rimpang.

* Silviana Cahyaningrum adalah siswa SMA Negeri 1 Pamotan. Saat ini sedang duduk dibangku kelas X jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.